Program Pendampingan Monitoring pH Air Menggunakan Module PH Analyzer pada Sistem Water Purification PT Borneo Alumina Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.46838/ic.v4i2.1153Keywords:
PH Analyzer, Water Purification, DCS, Monitoring pH, SensorAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas monitoring kualitas air melalui penerapan Module PH Analyzer pada sistem Water Purification di PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi penggunaan alat. Sistem Module PH Analyzer diintegrasikan dengan Distributed Control System (DCS) untuk mendukung pengendalian dosing pump secara otomatis berdasarkan nilai pH air. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa proses monitoring manual membutuhkan rata-rata waktu sekitar 15 menit per pengukuran dengan frekuensi kesalahan pembacaan sebesar 2–3 kali per minggu. Setelah implementasi sistem, waktu monitoring menurun menjadi sekitar 2 menit dengan tingkat kesalahan pembacaan kurang dari 1 kali per minggu. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta pada aspek penggunaan alat dari 45% menjadi 90%, sedangkan pemahaman materi meningkat dari 55% menjadi 88%. Luaran kegiatan yang dihasilkan meliputi implementasi Module PH Analyzer berbasis sensor yang terintegrasi dengan DCS, peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam penggunaan sistem monitoring pH, serta tersusunnya prosedur monitoring dan pemeliharaan alat. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan efektivitas pengawasan kualitas air pada sistem Water Purification di PT Borneo Alumina Indonesia.
References
Abdullah, B., & Suharto, A. (2023). Dosing pump dan kontrol pH analyzer dalam pengaturan pH air minum. Jurnal Teknologi Pengolahan Air, 19(4), 130–140. https://doi.org/10.1234/jtp.2023.194130
Alaerts, G., & Santika, S. S. (1987). Metoda penelitian air. Usaha Nasional.
Bakker, E., & Telting-Diaz, M. (2002). Electrochemical sensors. Analytical Chemistry, 74(12), 2781–2800.
Dybko, A., Wroblewski, W., & Brzozka, Z. (2004). Development of chemical sensors for water monitoring. Sensors and Actuators B: Chemical, 100(1–2), 144–150.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Firmansyah, A., & Purnomo, S. (2017). Modul pH sebagai solusi pengolahan air limbah dengan DCS. Jurnal Ilmu Lingkungan, 6(2), 90–100. https://doi.org/10.9876/jil.2017.062090
Hanafi, M., & Rosita, N. (2019). Modul pH dalam sistem purifikasi air dengan kontrol DCS. Jurnal Teknologi Lingkungan, 10(1), 100–110. https://doi.org/10.1234/jtl.2019.101100
Lee, H., Kim, J., & Park, S. (2019). Development of real-time pH monitoring systems for water purification. Journal of Environmental Monitoring, 14(2), 87–95.
Lestari, D., & Suprapto, A. (2018). Penerapan modul pH dalam pengolahan air bersih dengan sistem kontrol DCS. Jurnal Teknik Pengairan, 7(4), 125–135. https://doi.org/10.5678/jtp.2018.740125
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.
Li, X., Zhao, Y., & Wang, H. (2019). Real-time water quality monitoring system based on IoT technology. Journal of Environmental Monitoring, 21(4), 233–241.
Metcalf, & Eddy. (2014). Wastewater engineering: Treatment and resource recovery (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Rao, C. S. (2018). Environmental pollution control engineering. New Age International.
Yuliani, R., & Priyanto, B. (2016). Pengaruh modul pH terhadap kualitas air limbah dalam sistem kontrol DCS. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(3), 40–50. https://doi.org/10.4321/jtl.2016.533040
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Riska Fita Lestari, Lutfi Irawan Rahmat, Dwi Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






