Analisis Statistik Teknik Serangan Dominan dalam Pertandingan Pencak Silat Mat B – Belgian Open 2019

Authors

  • Yuredha Aji Setyoko Universitas PGRI Banyuwangi
  • Puji Setyaningsih Universitas PGRI Banyuwangi
  • Galih Farhanto Universitas PGRI Banyuwangi
  • Danang Ari Santoso Universitas PGRI Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.46838/spr.v3i2.213

Keywords:

Pencak Silat, Pencak Silat Attack, Mat B-Belgian Open 2019

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan dokumentasi berupa video dan gambar kemudian dianalisis berdasarkan pukulan, tendangan, dan jatuhan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagian dari peserta perlombaan Mat B – Belgian Open 2019 Pencak Silat. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus presentase. Hasil dari penelitian ini dari teknik serangan pencak silat kategori tanding yaitu pukulan memiliki nilai presentase 43,59%, sedangkan untuk tendangan memiliki presentase sebesar 50,30%, dan untuk yang jatuhan memiliki nilai presentase sebesar 6,11%. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa dalam pertandingan Day 2-Mat B-Belgian Open 2019 Pencak Silat atlet yang bertanding dominan menggunakan tendangan dibandingkan menggunakan pukulan dan jatuhan.

References

Amrullah, R. (2015). Pengaruh Latihan Training Resistense Xander Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Pencak Silat. Jurnal Pendidikan Olahraga, 4(1), 88–100.

Aqil Azizi, M. (2013). Pengaruh Latihan Split Jump Terhadap Peningkatan Kecepatan Tendangan Depan Pada Pencak Silat. Universitas Negeri Surabaya.

Chrisdianto. M, Satinem, Y., & Suhdy, M. (2021). Analisis Teknik Dasar Pencak Silat Psht Rayon Lubuk Kupang Ranting Lubuklinggau Selatan 1 . Educative Sportive - Edusport, 2(1), 21–26.

Fendrian, F., & Nurzaman, M. (2016). Efektivitas Teknik Serangan Pukulan Dan Teknik Serangan Tendangan Terhadap Perolehan Poin Dalam Pertandingan Kumite Cabang Olahraga Karate. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 8(2), 35–47.

Ikhsani, N., Budimansyah, D., & Siti Masyitoh, I. (2018). Menerapkan Pendidikan Budi Pekerti Melalui Kesenian Pencak Silat. Jurnal Civicus, 18(2), 57–66.

Kriswanto, E. S. (2015). Pencak Silat. Pustaka Baru.

Mizanudin, M., & Sugiyanto, A. (2018). Pencak Silat Sebagai Hasil Budaya Indonesia Yang Mendunia. Prosiding Senasbasa, 3, 264–270.

Mulyana. (2013). Pendidikan Pencak Silat : Membangun Jati Diri Dan Karakter Bangsa. Pt Remaja Rosdakarya.

Nuraisyah, Purnomo, E., & Supriatna, E. (2019). Efektifitas Teknik Serangan Pencak Silat Pada Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Se-Kota Pontianak. Universitas Tanjung Pura.

Purwanto, S., & R. Saputra, A. (2020). Otentisitas Dan Kreasi: Perkembangan Pencak Silat Di Sumedang. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia, 5(1), 15–32.

Sagitarius. (2008). Modul Karate. Fpok Upi.

Sugiyono. (2017). Metode Kuantitatisugiyono. (2017). Metode Kuantitatif. In Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (Pp. 13–19).F. In Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Syamsiyah, S., Purnomo, E., & Uray Gustian. (2020). Pengembangan Alat Latihan Tangkapan Pencak Silat. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 3(2), 140–148.

Yudha Pratama, T. (2017). Pembelajaran Seni Pencak Silat Terhadap Peningkatan Kebugaran Jasmani Anak Tunagrahita Sedang. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni , 2(2), 183–195.

Published

2022-08-11

How to Cite

Yuredha Aji Setyoko, Puji Setyaningsih, Galih Farhanto, & Danang Ari Santoso. (2022). Analisis Statistik Teknik Serangan Dominan dalam Pertandingan Pencak Silat Mat B – Belgian Open 2019. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 3(2), 122-127. https://doi.org/10.46838/spr.v3i2.213